Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. Penyakit Asma: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Penyakit Asma: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi
Defara
Kamis, 10 Juli 2025 / Published in Artikel Kesehatan

Penyakit Asma: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Asma adalah peradangan dan penyempitan saluran pernapasan yang menyebabkan sesak napas, mengi, dan batuk. Penyakit asma tidak bisa sembuh total, tapi gejalanya bisa dikendalikan. Segera berkonsultasi ke dokter bila serangan asma tidak membaik dengan inhaler atau disertai bibir atau kuku membiru.

penyakit asma

Asma adalah penyakit kronis yang menyerang saluran pernapasan paru-paru.

Bagi sebagian orang, asma termasuk gangguan kecil yang bisa diatasi dengan perawatan mandiri di rumah. Namun, kondisi ini bisa memicu masalah besar yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bahkan, asma bisa menimbulkan serangan secara mendadak hingga mengancam nyawa. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya bisa dikendalikan. Penting untuk mengenali gejala asma agar terhindar dari gangguan kesehatan yang parah.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Asma?
  • Jenis Asma
    • 1. Asma Intermiten
    • 2. Asma Persisten
  • Penyebab Asma
    • Faktor Risiko Penyebab Asma
  • Gejala Asma
    • 1. Obstruksi Saluran Pernapasan
    • 2. Peradangan
    • 3. Iritabilitas Saluran Pernapasan
    • 4. Gejala Asma pada Anak-Anak
  • Diagnosis Penyakit Asma
  • Komplikasi Asma
  • Cara Mengatasi Asma
    • 1. Menggunakan Obat Pengendali Asma Jangka Panjang
    • 2. Gunakan Obat Pereda Jangka Pendek
    • 3. Obat Alergi
    • 4. Termoplasti Bronkial
  • Cara Mencegah Asma
    • 1. Kenali Gejala Asma
    • 2. Ketahui dan Hindari Pemicu Asma
    • 3. Pahami Jenis Inhaler
    • 4. Gunakan Spacer Bila Dianjurkan
  • Kapan Harus ke Dokter?
  • FAQ
    • Apakah asma bisa sembuh total?
    • Apakah asma bisa muncul tiba-tiba di usia dewasa meski tidak pernah punya riwayat sebelumnya?
    • Apa beda inhaler pereda dan inhaler pengendali?
    • Apakah olahraga aman untuk penderita asma?

Apa Itu Asma?

Asma adalah jenis penyakit pada paru-paru yang membuat penderitanya kesulitan bernapas akibat peradangan dan penyempitan saluran yang membawa oksigen ke paru-paru. Kondisi ini disertai dengan sesak di bagian dada dan batuk secara terus-menerus.

Penyakit asma dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti ketidakmampuan berbicara. Anda bisa mengatasi penyakit ini dengan penanganan mandiri di rumah hingga pengobatan medis.

Meskipun bisa diobati, asma tidak boleh diabaikan begitu saja karena tergolong sebagai penyakit serius dan berbahaya. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, penderita asma dapat melakukan kunjungan ke ruang gawat darurat dan rawat inap di rumah sakit secara rutin.

Serangan asma dapat terjadi pada semua usia, meskipun lebih umum terjadi usia di bawah usia 40 tahun. Orang-orang yang memiliki riwayat keluarga asma memiliki peningkatan risiko terkena penyakit ini.

Alergi dan asma sering terjadi bersamaan dengan eksim. Selain itu, nerokok juga akan memperparah kondisi orang dengan asma.

Baca Juga: Gejala Awal Penyakit Asma: Mengi hingga Sesak Napas

Jenis Asma

Berikut ini adalah beberapa jenis asma berdasarkan penyebab dan tingkat keparahannya:

1. Asma Intermiten

Jenis asma ini cenderung datang dan pergi sehingga penderita merasa normal ketika mengalami gejala kambuh. Penderita sering kali membawa inhaler untuk mengatasi gejala kambuh pada asma yang muncul secara tiba-tiba.

Penderita asma intermiten dapat mengalami gejala kurang dari 2 hari dalam seminggu dan terbangun di malam hari kurang dari 2 kali dalam sebulan. Kondisi ini biasanya tidak terjadi secara konsisten dalam periode panjang.

2. Asma Persisten

Asma persisten muncul dengan gejala yang sering muncul sepanjang waktu. Gejala yang dialami oleh penderita bisa ringan, sedang, atau parah, tergantung dari kondisi kesehatan.

Ahli medis dapat menilai tingkat keparahan asma berdasarkan seberapa sering penderita mengalami gejala tersebut. Kondisi ini dapat tertangani dengan perawatan medis untuk mengatasi keluhan kambuh yang terjadi.

Penyebab Asma

Berikut ini adalah beberapa penyebab penyakit asma yang perlu Anda waspadai:

  • Infeksi saluran pernapasan, seperti sinusitis, pilek, dan flu.
  • Memiliki alergi tertentu, seperti serbuk sari, spora jamur, bulu hewan peliharaan, dan tungau debu.
  • Mengalami iritasi pada bau menyengat, seperti parfum atau larutan pembersih, asap tembakau, dan polusi udara
  • Olahraga terlalu berat
  • Perubahan suhu, kelembapan, atau udara dingin
  • Mengalami emosi yang kuat, seperti mudah merasa cemas, sering tertawa, menangis, atau stres
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti aspirin.

Faktor Risiko Penyebab Asma

Adapun sejumlah faktor risiko terjadinya asma, antara lain:

  • Ibu hamil yang merokok dan kelahiran prematur
  • Obesitas atau berat badan berlebihan
  • Memiliki riwayat penyakit keluarga
  • Lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan

Gejala Asma

Ciri-ciri penyakit asma cenderung berbeda-beda, tergantung dari kondisi kesehatan penderita. Gejala dapat terjadi secara ringan hingga berat dan bisa muncul sewaktu-waktu.

Adapun sejumlah gejala asma yang perlu Anda ketahui, sebagai berikut:

1. Obstruksi Saluran Pernapasan

Selama proses bernapas, pita-pita otot yang mengelilingi saluran udara dalam keadaan rileks sehingga udara dapat bergerak bebas. Namun, kondisi ini tidak selalu penderita asma alami.

Penyakit asma menyebabkan pita-pita otot di sekitar saluran udara mengencang sehingga udara tidak dapat bergerak bebas. Kondisi ini biasanya terjadi akibat pilek, virus yang menyerang tubuh manusia, dan zat penyebab alergi. Bahkan, penderita asma juga mengalami mengi atau suara napas berbunyi, seperti siulan.

2. Peradangan

Gejala asma muncul dengan peradangan pada saluran bronkial. Kondisi ini berpotensi terhadap kerusakan jangka panjang yang dapat memicu asma ke paru-paru.

Peradangan pada saluran bronkial dapat berupa kemerahan dan timbul pembengkakan. Kondisi ini memerlukan pengobatan yang tepat untuk meredakan peradangan yang terjadi.

Peradangan juga bisa memunculkan keluhan umum lainnya, seperti:

  • Batuk, terutama pada malam hari.
  • Bunyi mengi atau suara siulan bernada tinggi saat menghembuskan napas
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.
  • Rasa tegang di dada
  • Timbul rasa nyeri dan tertekan

Baca Juga: Pertolongan Pertama Asma yang Tepat, Jangan Langsung Panik!

3. Iritabilitas Saluran Pernapasan

Saluran udara penderita asma cenderung sangat sensitif. Bagian tubuh ini dapat bereaksi secara berlebihan ketika terkena zat penyebab alergi. Zat ini dapat berupa serbuk sari, debu, asap, atau bulu binatang.

Ketika terkena zat penyebab alergi, saluran udara akan menyempit dan memicu gejala sesak napas. Kondisi ini juga muncul dengan gejala lain, seperti rasa nyeri di dada dan batuk.

4. Gejala Asma pada Anak-Anak

Penyakit asma tidak hanya dapat terjadi pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Gejala asma pada anak-anak dapat berupa:

  • Batuk yang sering terjadi saat bermain, tertawa, dan di malam hari.
  • Tidak bersemangat atau sering berhenti sejenak untuk mengambil napas
  • Napas cenderung cepat atau dangkal
  • Mengalami keluhan sesak di bagian dada
  • Terdapat bunyi napas, seperti siulan atau mengi
  • Mengalami retraksi saat bernapas
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Otot leher dan dada yang mengencang
  • Perasaan lemah atau lelah

Diagnosis Penyakit Asma

Jika mengalami gejala penyakit asma, segera temui dokter untuk mendiskusikan masalah kesehatan ini. Dokter dapat merujuk penderita ke spesialis paru atau pulmonologist.

Dokter dapat mendiagnosis penyakit asma dengan beberapa pemeriksaan dalam mengukur fungsi paru-paru untuk menentukan seberapa banyak udara yang masuk dan keluar saat bernapas. Pemeriksaan ini dapat berupa:

  • Spirometri: Tes ini dapat mengetahui penyempitan saluran bronkial dengan cara menghembuskan napas.
  • Aliran puncak: Pemeriksaan ini dokter lakukan dengan menggunakan perangkat sederhana untuk mengukur seberapa keras hembusan napas.

Komplikasi Asma

Komplikasi asma bisa terjadi karena kondisi asma yang tidak terkontrol maupun efek samping dari pengobatan tertentu, seperti glukokortikoid, leukotriene receptor antagonist (LTRA), atau tindakan medis intubasi endotrakeal. Jika tidak tertangani dengan baik, asma dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Penurunan fungsi paru-paru
  • Osteoporosis atau penurunan kepadatan tulang
  • Risiko patah tulang
  • Infeksi
  • Gangguan produksi hormone adrenal (supresi adrenal)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Katarak
  • Diabetes
  • Gangguan tidur
  • Tukak lambung
  • Gangguan suasana hati
  • Obstructive sleep apnea (gangguan napas saat tidur)
  • Glaukoma
  • Henti jantung
  • Pneumotoraks (penumpukan Udara di rongga antara paru-paru dan dinding dada)
  • Gangguan suasana hati
  • Aspirasi (masuknya makanan, cairan, atau benda asing ke saluran pernapasan)

Cara Mengatasi Asma

Adapun sejumlah cara mengatasi asma, sebagai berikut:

1. Menggunakan Obat Pengendali Asma Jangka Panjang

Obat ini biasanya dapat Anda minum setiap hari untuk mencegah gejala asma dalam jangka waktu panjang. Kondisi ini juga menurunkan risiko serangan asma yang bisa muncul secara tiba-tiba. Jenis obat pengendali asma jangka panjang meliputi:

  • Kortikosteroid hirup: Jenis obat ini dapat berupa fluticasone propionate (Flovent HFA, Xhance), budesonide (Pulmicort Flexhaler), dan beclomethasone (Qvar Redihaler). Anda dapat menggunakan obat kortikosteroid hirup selama beberapa hari hingga minggu.
  • Pengubah leukotrien: Jenis obat ini termasuk oral yang dapat meredakan gejala asma. Pengubah leukotrien dapat berupa montelukast (Singulair), zafirlukast (Accolate) dan zileuton (Zyflo).
  • Inhaler kombinasi: Jenis obat ini dapat Anda temukan pada fluticasone-salmeterol (Advair HFA, Airduo Digihaler), formoterol-mometasone (Dulera), dan fluticasone furoate-vilanterol (Breo Ellipta).
  • Teofilin: Jenis obat ini merupakan pil harian yang dapat menjaga saluran udara tetap terbuka dengan merilekskan otot-otot di sekitar saluran udara. Teofilin dapat Anda temukan pada Theo-24, Elixophyllin, dan Theochron.

2. Gunakan Obat Pereda Jangka Pendek

Obat pereda jangka pendek berfungsi untuk meredakan gejala asma secara cepat selama serangan terjadi. Obat ini dapat dipakai sebelum olahraga apabila dokter merekomendasikannya. Jenis obat pereda jangka pendek meliputi:

  • Agonis beta kerja pendek: Jenis obat ini dapat memberikan efek cepat selama hitungan menit dalam mengatasi gejala asma. Agonis beta dapat berupa albuterol dan levalbuterol.
  • Agen antikolinergik: Obat ini dapat melancarkan saluran pernapasan dan mengurangi rasa sesak di dada. Agen antikolinergik dapat berupa ipratropium dan tiotropium.
  • Kortikosteroid oral dan intravena: Jenis obat ini mudah Anda temukan pada prednison dan metilprednisolon. Kortikosteroid oral dan intravena dapat meredakan gejala asma berat.

3. Obat Alergi

Obat alergi dapat mengurangi gejala asma yang sering terjadi. Obat-obatan ini meliputi:

  • Suntikan alergi (imunoterapi): Penderita asma bisa menerima suntikan alergi setiap seminggu sekali selama beberapa bulan, lalu terus lanjut sekitar sebulan sekali selama 3-5 tahun.
  • Biologis: Jenis obat ini dapat berupa omalizumab (Xolair), mepolizumab (Nucala), dupilumab (Dupixent) untuk meredakan gejala asma berat.

4. Termoplasti Bronkial

Perawatan ini bisa untuk asma yang tidak kunjung membaik dengan kortikosteroid hirup atau obat asma jangka panjang lainnya. Termoplasti bronkial dilakukan dengan cara memanaskan bagian dalam saluran udara di paru-paru dengan elektroda.

Panas tersebut bisa mengurangi otot polos di dalam saluran udara sehingga pernapasan menjadi lebih mudah. Bahkan, termoplasti bronkial dapat mengurangi serangan asma secara optimal.

Cara Mencegah Asma

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah asma:

1. Kenali Gejala Asma

Batuk, mengi (napas berbunyi), serta kesulitan bernapas merupakan ciri bahwa asma belum terkontrol dengan baik. Bila gejala terasa semakin memburuk, ikuti anjuran dokter dan gunakan inhaler sesuai petunjuk untuk membantu membuka saluran pernapasan.

2. Ketahui dan Hindari Pemicu Asma

Beberapa pemicu asma yang umum meliputi polusi, asap, serbuk sari, infeksi virus, bulu hewan, perubahan cuaca, hingga aroma yang menyengat. Kenali factor yang memicu gejala Anda dan sebisa mungkin hindari paparan tersebut.

3. Pahami Jenis Inhaler

Penggunaan inhaler yang tepat membantu mengontrol gejala asma. Ada beberapa jenis inhaler dengan fungsi berbeda-beda

  • Inhaler Pereda gejala (Reliever Inhaler): Berfungsi membantu membuka saluran pernapasan yang menyempit sehingga Udara lebih mudah masuk dan keluar dari paru-paru. Jenis ini umumnya digunakan saat gejala asma muncul
  • Inhaler Pencegah (Preventer/Steroid Inhaler): Berfungsi mengurangi peradangan pada saluran pernapasan serta membantu mengontrol asma dalam jangka Panjang. Penggunaan secara rutin sesuai anjuran dokter bisa mengurangi gejala serta menurunkan risiko serangan asma berat

4. Gunakan Spacer Bila Dianjurkan

Spacer merupakan alat tambahan berbentuk tabung yang dipasang pada inhaler untuk membantu obat masuk lebih baik ke saluran pernapasan. Alat ini membuat Anda menggunakan inhaler lebih mudah serta membantu mengurangi jumlah obat yang tertinggal di mulut ataupun tenggorokan.

Baca Juga: Olahraga untuk Penderita Asma yang Aman dan Sehat

Kapan Harus ke Dokter?

Komplikasi karena asma bisa menjadi kondisi yang serius, terutama bila seseorang kesulitan mengendalikan kondisinya. Asma dianggap terkontrol jika pengobatan yang digunakan mampu mencegah atau mengurangi gejala yang muncul.

Berikut beberapa ciri asma yang terkontrol:

  • Gejala asma tidak mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Jarang mengalami serangan asma yang membutuhkan perawatan darurat atau kunjungan ke IGD
  • Penggunaan inhaler darurat kurang dari dua kali dalam seminggu
  • Gejala tidak mengganggu tidur lebih dari dua kali dalam sebulan

Bila Anda mengalami masalah tersebut, sebaiknya konsultasi dengan dokter. Nantinya, dokter akan melakukan evaluasi dan menyesuaikan pengobatan sesuai kondisi pasien.

Segera cari bantuan medis darurat bila obat asma yang diresepkan seperti inhaler tidak membantu redakan serangan asma. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.

Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU). Yuk, jaga dan cek kondisi kesehatan Anda sekeluarga bersama Ciputra Hospital!

FAQ

Apakah asma bisa sembuh total?

Asma umumnya tidak dapat sembuh total, tetapi gejalanya dapat dikontrol dengan pengobatan dan pengelolaan yang tepat. Dengan perawatan sesuai anjuran dokter, banyak penderita asma tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.

Apakah asma bisa muncul tiba-tiba di usia dewasa meski tidak pernah punya riwayat sebelumnya?

Ya, asma dapat muncul pertama kali saat dewasa meskipun sebelumnya tidak pernah mengalami gejala. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti alergi, paparan iritan, lingkungan, infeksi saluran napas, atau faktor kesehatan tertentu.

Apa beda inhaler pereda dan inhaler pengendali?

Inhaler pereda digunakan untuk membantu membuka saluran napas dan meredakan gejala asma yang sedang muncul. Sementara inhaler pengendali digunakan secara rutin sesuai anjuran dokter untuk membantu mengurangi peradangan dan mencegah serangan asma.

Apakah olahraga aman untuk penderita asma?

Olahraga umumnya aman dilakukan oleh penderita asma selama kondisinya terkontrol dengan baik. Pilih aktivitas yang sesuai kemampuan, lakukan pemanasan, dan ikuti anjuran dokter untuk mencegah munculnya gejala saat berolahraga.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reynaldi, terakhir pada 9 Juli 2026
Diterbitkan 10 Juli 2025
Ditulis oleh Tim Konten Medis
Sumber referensi (3)
  1. Cleveland Clinic Asthma. Diakses Juli 2026
  2. Mayo Clinic Asthma. Diakses Juli 2026
  3. WebMD Asthma Symptoms and Signs. Diakses Juli 2026

Artikel Terkait

  • Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Paru-paru
    Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Paru-Paru?Kesehatan Paru-paru
  • Cara menjaga kesehatan paru-paru
    Begini 11 Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru Tetap BersihKesehatan Paru - Paru
  • cara membersihkan paru-paru
    Cara Membersihkan Paru-Paru dari Polusi dan Asap RokokKesehatan Paru - Paru
  • Penyebab Kanker Paru-paru, Tak Melulu Karena Rokok!
    Penyebab Utama Kanker Paru-paru dan Faktor RisikonyaKesehatan Paru - Paru
Tagged under: Kesehatan Paru - Paru

Artikel Terkait

  • Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Paru-paru
    Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Paru-Paru?Kesehatan Paru-paru
  • Cara menjaga kesehatan paru-paru
    Begini 11 Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru Tetap BersihKesehatan Paru - Paru
  • cara membersihkan paru-paru
    Cara Membersihkan Paru-Paru dari Polusi dan Asap RokokKesehatan Paru - Paru
  • Penyebab Kanker Paru-paru, Tak Melulu Karena Rokok!
    Penyebab Utama Kanker Paru-paru dan Faktor RisikonyaKesehatan Paru - Paru

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung
  • Ciputra Cancer Center
    Pusat Kanker
    CitraGarden Jakarta Barat

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan
Events

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter