Mencegah Diabetes Melitus di Usia Muda

/ / Artikel Kesehatan, Mitra Hospital Banjarmasin

Diabetes Diabetes melitusmelitus

Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita dan telah menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Sesuai data dari Departemen Kesehatan, insiden penyakit ini mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2013. Penyakit ini tidak disertai dengan gejala yang terlihat jelas sehingga seringkali luput dari perhatian kita dan baru disadari setelah adanya komplikasi. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sehingga penyakit ini dapat diketahui / dideteksi, serta dapat ditata laksana sejak dini untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Penyandang penyakit ini seringkali disertai penyakit penyerta (komorbid) lain, seperti hipertensi, dislipidemia, obesitas, dan penyakit jantung koroner. Pada berbagai penelitian yang telah dilakukan, risiko Diabetes meningkat 1,9 kali pada individu dengan obesitas sentral dan 1,6 kali pada pasien dengan hipertensi, sedangkan dislipidemia ditemukan pada 60% kasus Diabetes Melitus dan meningkat seiring dengan lamanya seseorang menderita Diabetes Melitus. Semakin lama seseorang menderita Diabetes Melitus, maka komplikasi juga akan meningkat, seperti :
– Katarak
– Retinopati Proliferatif
– Ulkus Diabetik
– Penyakit Jantung Koroner

Deteksi Diabetes Melitus

Penegakan diagnosis Diabetes dapat melalui anamnesis (wawancara pasien) untuk mengetahui riwayat penyakit yang diderita ataupun riwayat keluarga yang diketahui pernah menderita penyakit yang sama, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan penunjang lainnya, seperti pemeriksaan laboratorium.

Ada empat jenis pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi Diabetes dan seseorang dapat dinyatakan menderita Diabetes apabila :
1. Hasil pemeriksaan kadar gula sewaktu (tidak puasa) lebih dari 200 mg/dL
2. Hasil pemeriksaan Glukosa puasa lebih dari 126 mg/dL
3. Hasil pemeriksaan Kadar test toleransi glukosa (GTT) lebih dari 200 mg/dL
4. Hasil pemeriksaan HbA1C lebih dari 6,5%

Pemeriksaan laboratorium dilakukan melalui pemeriksaan kadar gula dari darah vena dan kadar HbA1C darah.

Gejala Penderita Diabetes

Seseorang berpotensi menderita Diabetes apabila mengalami gejala-gejala yang seringkali muncul, seperti :
– Sering berkemih (buang air kecil)
– Sering merasa haus,
– Sering lapar, tetapi terjadi penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya,
– Gejala gatal
– Penglihatan kabur
– Sering kesemutan
– Gangguan ereksi ataupun rasa gatal pada kulit bagian kelamin (bibir vagina)

Cara Menyiasati dan Menangani Diabetes Melitus

Apa saja yang bisa dilakukan untuk menangani penyakit ini? 
Penanganan Diabetes Melitus dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup, terapi gizi, dan pengaturan diet yang benar, latihan jasmani serta obat – obatan. Penderita Diabetes Melitus harus mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang atau dapat pula dengan perhitungan nutrisi yang sesuai dengan jumlah kalori yang dibutuhkan serta dibuat dalam jadwal dan susunan makanan harian. Hal tersebut bisa didapatkan dari perhitungan Dokter Spesialis Gizi.

Bagaimana dengan penanganan lainnya, seperti latihan jasmani? Latihan jasmani yang seperti apa?
Latihan jasmani untuk penderita Diabetes Melitus adalah yang bersifat aerobic teratur (jalan kaki, sepeda, jogging, berenang) dan dilakukan sebanyak tiga sampai empat kali per minggu selama 30 menit. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan berat badan ideal dan memperbaiki sensitivitas tubuh terhadap hormon Insulin serta menekan produksi zat kimia dalam tubuh yang mengakibatkan peradangan / inflamasi.

– Obat – obatan apa saja yang dapat diberikan untuk Diabetes Melitus?
Ada dua jenis obat yang biasa diberikan, yakni obat oral (diminum) dan obat injeksi (disuntikkan). Terapi oral merupakan jenis obat pengontrol Diabetes yang seringkali digunakan baik sebagai obat tunggal (monoterapi) maupun kombinasi dengan injeksi (dengan insulin).

Bagaimana cara penanganan Diabetes Melitus?
Penanganan Diabetes Melitus yang baik dapat berupa deteksi dini, penegakkan diagnosis yang tepat, serta tata laksana yang komprehensif mencakup tata laksana komplikasi Diabetes dan penyakit komorbid yang dapat mengurangi angka kematian dan kecacatan akibat Diabetes, dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup penyandang Diabetes.

Quote :
“Ingatlah bahwa Diabetes Melitus adalah ibu / sumber dari segala penyakit, oleh sebab itu kenali dan tanganilah sedini mungkin”.
– dr. Andra Aswar, Sp.PD (Spesialis Penyakit Dalam Ciputra Hospital CitraGarden City) –