Deteksi Masalah pada Saluran Pernapasan dengan Bronkoskopi

/ / Artikel Kesehatan, Citra Raya Tangerang
BRONKOSKOPI - 3-01

Bronkoskopi merupakan salah satu prosedur kesehatan yang aman dan efektif yang bisa anda pilih untuk mencari tahu masalah di dalam saluran pernapasan. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan alat yang disebut bronkoskop melalui tenggorokan, laring, trakea ke dalam bronkus. Tindakan bronkoskopi dilakukan dengan tujuan membuat diagnosis terhadap suatu penyakit serta mengobatinya dan juga mengambil mukus (sampel jaringan) melalui tindakan yang disebut dengan biopsi.

Alat untuk melakukan bronskopkopi, bronskop, dilengkapi dengan cahaya untuk menerangi jalan masuk, menunjukkan bronkus paru, dan memperjelas gambar yang terlihat. Alat ini juga dilengkapi dengan kamera yang mengambil gambar saluran napas, yang nantinya digunakan untuk melakukan evaluasi.
Ada dua jenis bronskop yang digunakan untuk bronkoskopi, yakni bronkoskop kaku dan lentur. Bronkoskop yang lentur akan lebih nyaman bagi pasien. Pasien dapat menjalani bronkoskopi dengan hanya sedikit obat penenang atau bius lokal. Sedangkan bronkoskop yang kaku membutuhkan bius total. Namun, bronkoskop yang kaku dibutuhkan ketika pasien mengalami batuk yang disertai banyak darah.

Kapan saya perlu menjalani Bronkoskopi?

Anda akan disarankan melakukan prosedur Bronkoskopi oleh dokter dengan tujuan untuk:
– Mencari penyebab terjadinya masalah di saluran pernapasan yang tidak kunjung hilang, seperti peradangan tabung bronkus, perdarahan, kesulitan bernapas, atau batuk jangka panjang (kronis).
– Mengambil sampel jaringan anda untuk tes lain, seperti rontgen dan CT-SCAN dada, untuk menunjukkan masalah pada paru atau kelenjar getah bening di dada, (EBUS) EndoBronchial Ultra Sound.
– Mendiagnosis penyakit paru dengan mengumpulkan jaringan atau lendir (dahak) sebagai sampel untuk pemeriksaan.
– Mengambil sampel jaringan untuk biopsi, yang dapat menunjukkan apakah sel – sel di jaringan bersifat jinak / ganas (kanker) / mendiagnosis dan menentukan tingkat kanker paru.
– Mengobati kanker jalan napas menggunakan bahan radioaktif (brachytherapy).

bronkoskopi

Setelah bronkoskopi selesai, pasien diminta tinggal di ruang pengawasan selama satu jam atau sampai obat-obatan, seperti obat bius, telah hilang pengaruhnya. Kemudian, pasien akan disarankan untuk tidak makan dan minum selama 2 jam dan tidak melakukan kegiatan yang berat selama 24 – 48 jam berikutnya.

Sumber :
dr. Chrispian O.M, Sp.PD-KP
(Spesialis Paru Ciputra Hospital CitraGarden City)